Hingga saat ini ternyata masih saja ada orang yang 'saya bilang' membuat lelucon tentang sosok Dewa Siwa dengan pose khasnya. Memang semua ada konsekwensinya, saat Mahabharata muncul di TV swasta kita masyarakat begitu antusias menontonnya, sebab film Mahabharata yang sekarang lebih modern, pemerannya pun sangat rupawan. Begitu pula dengan film serial yang bertemakan Hindu lain yaitu Maha Dewa yang disiarkan juga sangat booming dinegeri ini. Kita sebagai umat Hindu sangat memuji stasiun TV yang memutar film yang bernafaskan Hindu namun dibalik itu umat hindu juga harus menghela nafas karena kepopuleran sosok Dewa-Dewa dalam cerita tersebut dijadikan candaan, lelucon, diplesetkan dan seakan dinistakan.
Dengan populernya media sosial tingkah polah orang-orang yang menganggap tindakannya hanya untuk bercanda belaka tersebut diunggah ke internet hingga menyebar dengan cepatnya, yang mengomentari pun beragam, ada yang tertawa karena menganggap peniruan seperti sosok Dewa Siwa itu lucu apalagi atribut yang digunakan agak nyeleneh seperti Trisula diganti sapu dan digantung sandal, rambut Dewa Siwa dibuat dari plastik. Ada pula prosesi pernikahan mempelai pria menirukan Dewa siwa dengan Trisula bertuliskan ‘Maha Dewa Kelamin’. Dan yang parah ada umat Hindu juga yang berbuat demikian. Umat Hindu Bali khususnya dari awal merasa Agama Hindu telah dilecehkan sehingga rasa marah, geram muncul karena manifestasi Tuhan dalam Hindu dinistakan sebegitunya. Fyuuuhhhhh….Saya pribadi sebagai umat Hindu tidak bersimpati terhadap kawan-kawan yang melakukan tindakan demikian tersebut, sudah keterlaluan tanpa memikirkan perasaan saudara umat lain. Tetapi saya berfikir Tuhan maha pengampun, begitu pula Para Dewata yang kami sucikan tidak akan marah apalagi membalas perbuatan tersebut sebab semua manusia dan kehidupan ini berasal dariNya. Saya juga lupa bahwa tak seorang pun pernah berjumpa atau melihat wujud para Dewa sesunggguhnya apalagi Tuhan. Sosok para Dewa yang selama ini beredar hanyalah hasil dari pemikiran manusia saja sebagai simbul agar mempermudah untuk memujanya. Dewa berasal dari kata Div yang artinya Sinar, jadi tidak ada Dewa yang berwujud manusia.
Kembali ke masalah diatas, hendaknya kita semua menahan diri dan ingat kembali pelajaran PKN saat disekolah dulu untuk saling menghormati dan toleransi antar umat beragama. Jika ingin lucu-lucuan silahkan dilingkungan rumah sendiri sajalah dan jangan dipublikasikan sebab jika umat yang merasa dilecehkan juga membalas dengan membuat figur yang disucikan dalam agamanya dengan tidak senonoh maka hancurlah Republik Ini. Pihak yang terkait hendaknya bisa proaktif menindak lanjuti masalah ini agar tidak menjadi lebih serius.